Google Translate

Arabic Korean Japanese >Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian DUTCH

Blog Archive

Senin, 06 Desember 2010

Perempuan Tunisia Mengandung 12 Bayi



Seorang perempuan di Tunisia memecahkan rekor karena mengandung 12 bayi kembar, demikian laporan media setempat.

Perempuan itu, seorang guru yang tak disebutkan namanya, diperkirakan hamil enam bayi laki-laki dan enam perempuan. Ia hamil 12 bayi kembar setelah menjalani perawatan kesuburan menyusul sejumlah keguguran.

Dr Mark Hamilton, dari British Fertility Society, mengkonfirmasi kehamilan luar biasa di Ghafsa, Tunisia, mungkin saja, tapi mengandung resiko yang sangat besar.

Perempuan tersebut, yang akan memerlukan pemantauan medis terus-menerus, dilaporkan memberitahu para dokter bahwa ia merasa sehat.

"Saya merasa sangat sehat dan sangat ingin memeluk keenam bayi laki-laki dan enam bayi perempuan kami," demikian dikatakan kepada media setempat.

Sang ayah, yang hanya disebut dalam laporan itu bernama Marwan, mengaku istrinya ingin melahirkan secara alamiah, tapi banyak ahli medis mengatakan itu takkan mungkin.

Nadya Suleman dari Bellflower, California, saat ini memegang rekor sebagai pemilik bayi kembar yang hidup paling lama dalam sejarah. Nadya memiliki delapan bayi kembar.

Selain itu, juga ada May Nuala Conway, 26, asal Dunamore, di Co Tyrone, yang melahirkan kembar enam, empat perempuan dan dua laki-laki. Namun sayang, satu anaknya perempuan kemudian meninggal dunia.
»»  Read more...

Fakta Tentang Pasir Hisap - Quick Sand



Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yg indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tdk pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.

Akan larut jika permukan Quicksand terganggu
seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yg melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yg pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yg jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.

Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yg terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yg sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yg terperangkap.

Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.

Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.

Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September.

Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.

Sabar dan tenang
“Yg paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.
Sumber: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=104852
»»  Read more...

Tempat-tempat Spektakuler di Bumi

Di Bumi, begitu banyak keindahan yang bisa ditemukan. Namun di antara semua keindahan itu, tentu saja selalu ada yang “lebih” dari yang lainnya. Berikut akan ditampilkan 10 tempat terindah di muka Bumi versi Discovery Channel. Tempat-tempat ini diambil dari 878 tempat yang masuk ke dalam anggota World Heritage Sites oleh UNESCO.

1. Giant’s Causeway – Irlandia Utara

Lebih dari 40.000 batuan basal keluar dari permukaan laut, merupakan hasil dari aktivitas vulkanik sekitar 50-60 juta tahun lalu. Karena bentuknya yang cukup unik, banyak legenda yang dikaitkan dengan tempat ini, seperti misalnya tempat para raksasa berpijak dari laut ke Skotlandia.

2. Wadi Al-Hitan – Mesir

Diyakini sebagai salah satu bukti teori evolusi. Terdapat pecahan-pecahan tulang dan tengkorak yang memberikan bukti bahwa ada perubahan dari paus yang hidup di daratan menjadi hidup di lautan.

3. Danau Baikal – Serbia

Terbentuk 25 juta tahun lalu, Danau Baikal merupakan danau tertua dan terdalam di dunia, dengan kedalaman lebih dari 5577 ft. Danau ini menyimpan 20% dari suplai air bersih yang bisa berasal dari es di permukaannya. Ekosistem yang terdapat di sini sering dijadikan acuan tempat ekosistem air bersih.

5. Komodo National Park – Indonesia

Merupakan tempat tinggal dari 5700 komodo dan 4000 manusia, merupakan kawasan yang cukup istimewa di Indonesia. Terletak di kawasan vulkanik dengan savanna dan tanaman hijau yang cukup berduri, Pulau Komodo menjadi satu-satunya habitat bagi spesies Varanus Komodoensis di dunia. Pulau Komodo sudah dijadikan sebagai prioritas dalam proyek konservasi global oleh World Wildlife Federation dan Conservation International.

5. Grand Canyon – U.S.A

Sudah bertahan cukup lama sebagai Seven Wonders of The World, Grand Canyon sudah menjadi objek geologi yang sangat diminati. Kira-kira Grand Canyon terbentuk 65 juta tahun lalu, dari dataran yang disebut Colorad Plateau, terangkat sekitar 1,5 mil di atas permukaan laut, dan Sungai Colorado mulai mengikis batuan pada Colorado Plateau sejak 5-6 juta tahun lalu. Sekarang Grand Canyon sudah sedalam 1500 mil danjarak terjauh antara dua tebing sekitar 18 mil. Ini merupakan salah satu bukti nyata sejarah geologi Bumi selama 2 milyar tahun.

6. Ilulissat Icefjord – Denmark

Berada di bagian barat Greenland dekat kota Ilulissat dan bagian utara Arctic Circle, tempat ini merupakan wilayah untuk meneliti perubahan iklim. Icefjord merupakan salah satu bongkahan es yang bergerak tercepat, dengan kecepatan 19 meter/hari.

7. Wulingyuan – China

Berada di provinsi Hunan, di sini terletak sekitar 3.000 pilar batu, dan juga flora fauna yang sudah mulai terancam punah. Luas dari Wulingyuan sekitar 64.200 acre.

8. Surtsey – Eslandia

Pulau kecil ini terbentuk karena beberapa letusan gunung berapi sekitar tahun 1963-1967. Di sini merupakan laboratorium alami di mana tidak ada interaksi manusia, habitat bagi 89 spesies burung dan 335 spesies invertebrata.

9. Lokasi Konservasi Amazon – Brazil

Terbentuk dari kawasan Jau, Mamirua, dan Amana. Di sini merupakan hutan tropis terbesar yang dilindungi, dengan ukuran lebih besar dari Swiss. Habitat bagi banyak spesies burung, dan juga ekosistem air tawar.

10. Great Barrier Reef – Australia

Salah satu keajaiban dunia, merupakan satu-satunya ekosistem yang bisa terlihat dari luar angkasa. Dengan panjang 3.000 km, Great Barrier Reef merupakan tempat koral terbanyak, lebih dari 400 tipe, selai itu juga habitat 1.500 ikan tropis, 4.000 mollusca, 200 burung, 20 reptil, juga fauna terancam punah seperti dugong dan large green turtle. Di sini juga tempat Humpback Whale melahirkan setelah bermigrasi dari Antartica

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/12/tempat-tempat-spektakuler-di-bumi.html
»»  Read more...

Kebun di bawah tanah


Melihat orang berkebun atau bersawah tentu sudah lumrah bagi kita, karena Indonesia adalah negara agraris yang sawah dan kebun terhampar hampir di semua daerah.

Tapi di Jepang orang berkebun dan bersawah di bawah tanah atau lebih tepatnya di bawah bangunan gedung pencakar langit.
Di lantai dasar gedung Nomura yang berlantai 27 di distrik Otemachi, Tokyo mereka menanam tanaman seperti sayuran dan padi.

Di areal seluas 1000 m2 tumbuh subur sayuran seperti tomat, strawberi, padi dan tanaman lainnya. Tanaman di tanam dengan sistem hidroponik (cara menanam tanpa media tanah).

Sebagaimana hal nya tumbuhan, tanaman yang di tanam di bawah bangunan tentu membutuhkan cahaya matahari, kelembaban udara dan sebagainya.

Sebagai pengganti cahaya matahari, kebun dibawah tanah ini di suplai oleh lampu seperti LED, dan high-pressure sodium vapor lamps. Semuanya di kontrol oleh komputer sehingga baik cahaya maupun temperatur mirip dengan kebun aslinya.

Begitulah Jepang, walaupun lahannya terbatas tapi mereka tidak menyerah untuk mencari inovasi agar kebutuhannya terpenuhi, benar-benar hebat!

Sumber: impactlab
»»  Read more...

Pesawat terbang tenaga listrik


Terbang dengan pesawat sejauh 70 mil dengan biaya yang hanya 70 sen dollar amerika telah di wujudkan oleh Randall dari New Jersey, Amerika serikat.

Di pertengahan tahun 1990 an, ia mencoba mendesain pesawat tenaga listrik dengan cara menempatkan motor listrik pada glidernya, tapi hailnya tidak memuaskan.

Dua tahun kemudian ia dan teamnya mengganti mesin pesawat dengan motor listrik kapasitas 18 Hp. Mendesain penempatannya agar bebas dari getaran yang berlebihan. Badan pesawt di tinggikan 8 inci agar bisa memasang propeler dengan diameter 45 inci.

Sebagai sumber tenaga di pasang dua buah baterai 75-volt lithium-ion-polymer. Dengan baterai ini pesawat mampu terbang 70 mil selama 90 menit dengan hanya sekali men cas baterai.

Berikut situs asli pembuat pesawat terbang dengan energi listrik dalam format pdf.

Cara kerja pesawat terbang tenaga listrik

  • Motor Controller Terletak di belakang pesawat sebaris dengan motor dan baterai lithium. Sistem pengontrol dengan sistem komputer ini hanya kehilangan 2 persen energi yang melewatinya. Alat ini mampu meningkatkan efisiensi ampai 88 % (bandingan dengan mesin 2 tak yang hanya mempunyai efisiensi 15%).
  • Regenerative Motor berfungsi untuk men cas baterai dengan cara memanfaatkan putaran baling-baling (propeller) yang berputar sampai kecepatan 2400 rpm.
  • Digital Gauges, alat berupa volmeter yang berfungsi untuk mengetahui berapa jumlah daya pada baterai. fungsinya mirip alat pengukur berapa jumlah bahan bakar pada kendaraan kita.
  • Propeller dengan diameter 45 inci ini berputar dengan kecepatan sekitar 3.100 rpm yang berfungsi sebagai penggerak pesawat untuk terbang.
  • Battery Packs berfungsi sebagai bahan bakar pesawat. Untuk keamana baterai di lindungi dengan keramik tahan api dan besi stainless.
Saat ini pesawat terbang hanya bisa di kendarai satu orang. Fishman berencana membuat pesawat dengan energi listrik yang mampu membawa dua orang di tahun 2010.

sumber : popsci
»»  Read more...

Pages