Google Translate

Arabic Korean Japanese >Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian DUTCH

Blog Archive

Rabu, 05 Januari 2011

Para Penulis Kitab Perjanjian Lama

Bagian 1.Tradisi Yahwis dan Elohis
  • Exodus
  • Pembebasan dari perbudakan di Mesir, dan Exodus menuju Kanaan, Tanah Perjanjian adalah pengalaman penting bagi bangsa Israel. Peristiwa-peristiwa tersebut membuat bangsa Israel "menemukan" Tuhan sebagai pembebas dan penyelamat.
  • Kerajaan Jerusalem (Daud dan Solomo)
  • Sekitar tahun 1000SM Daud menaklukkan Jerusalem, menjadikannya sebagai ibukota kerajaan, dan menyatukan suku-suku Israel di Utara dan Selatan. Salomo, anaknya, mengorganisasikan, melengkapi, dan menyempurnakan atribut kerajaan. Pada saat kekuasaan Salomo, bangsa Israel sudah memiliki tanah, raja, dan Bait Allah (tempat Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia). a. Tradisi Yahwis [J] Naskah yang berasal dari tradisi ini disebut naskah Yahwis karena menggunakan kata Yahweh (YHWH) untuk menyebut Tuhan. Dalam Alkitab bahasa Inggris kata Yahweh diterjemahkan sebagai LORD (huruf besar semua), dalam Alkitab bahasa Indonesia sebagai TUHAN (huruf besar semua). Yahweh dipercaya sebagai penulis hukum Israel. Pengucapannya tidak diketahui dengan pasti karena jarang disebut-sebut. YHWH biasanya diartikan "Adalah Dia", atau sebagai kata pertama dari nama "yahwer-ser-yihweh" yang berarti "Dia yang menciptakan segala yang diciptakan". Ini berarti penamaanNya sebagai Sang Pencipta. Yahwist berarti pengikut Tuhan. Seorang Yahwist percaya hanya Tuhan Maha Pencipta, pencipta segala termasuk diriNya sendiri, penentu nasib, penyelamat dan penghukum umat manusia. Tradisi Yahwist sangat monoteistik, percaya bahwa Tuhan hanyalah Yahweh dan tidak ada tuhan lain. Yahwist juga berarti para penulis atau sumber awal dari alKitab (PL). Sumber-sumber ini bermasa sekitar tahun 950 SM. Tulisan-tulisan bertradisi J, lazim dikenali dari ciri tulisan yang bergaya jelas dan indah, berkonsep anthropomorfisme, pandangan positif terhadap masyarakat agraris, pemerintahan dan sistem raja. b. Kitab-kitab Sebagian Torah (dari tradisi Yahwis [J], yaitu Kej; Kel; dan Bil). Bagian yang paling mudah dikenali terdapat dalam Kisah Penciptaan, Kitab Kejadian Pasal 2 dan 3.
  • Kerajaan Israel (utara) (935~722 SM)
  • a. Latar belakang
    • Situasi geografis. Kerajaan Israel terletak di perbukitan Samaria, dan dataran Sharon dan Jezreel. Semula beribukota di Tirzah yang menghadap ke Jordan, lalu dipindahkan ke Samaria pada masa Raja Omri. Sejak saat itu Israel mempunyai hubungan yang lebih mudah dengan para pangeran Kanaan di bagian Utara (sekarang Libanon dan Siria).
    • Situasi ekonomi. Keadaan ekonomi relatif bagus, berkat hubungan internasional yang mudah dan perdagangan gading dan kayu hitam, tetapi tidak memberikan keadilan sosial (Am.3:12, 5:11, 6:4).
    • Situasi religi. Penduduk Israel banyak melakukan kontak dengan kaum Kanaan, Tyre, Sidon dan Damaskus, dibandingkan dengan penduduk Jehuda. Kepercayaan Kanaan sangat menarik bagi masyarakat agraris karena berpusat pada kekuasaan dewa-dewa bumi, Baal dan Astartes, yang dipercaya memberikan kesuburan pada tanah, dan kemakmuran bagi manusia. Penduduk Israel banyak yang mempraktekkan dua kepercayaan sekaligus, menyembah Baal dan Yahweh. Karena persaingannya dengan Jehuda, Yerobeam berupaya mencegah penduduk Israel beribadah ke Bait Allah, di Jerusalem (Jehuda), dengan membangun dua patung lembu di Dan dan Bethel (Raj.12:26), seperti pedestal untuk tabernakel.
    • Situasi politik. Israel bersistem monarki, melanjutkan cara yang diterapkan Daud dan Salomo. Penduduknya dari beberapa suku Jahudi. Para rajanya bukan dari keturunan Daud, mereka bahkan berasal dari kalangan yang tidak puas dengan Salomo yang terlalu berpihak pada sukunya sendiri (Jehuda). Para rajanya bukan jaminan kebersatuan rakyat seperti di Jehuda.
    • Situasi internasional. Dalam masa kerajaan Israel, pengaruh Mesir menyurut, sementara Asiria menguat.
    b.Tradisi Elohis [E] Dalam bahasa Ibrani, 'Elohim' berarti "tuhan-tuhan", bentuk jamak. Bentuk tunggalnya 'El' dapat ditemukan di Kitab Ayub, berasal dari akar kata yang berarti "tuhan". 'El' dan 'Elohim' ditemukan saling bergantian dalam PL. Walaupun kadang-kadang digunakan untuk menyebut "tuhan" (dengan "t" kecil), atau dewa, atau makhluk supranatural lainnya, biasanya 'Elohim' dipakai untuk menyebut Tuhan bangsa Israel, yang punya nama "pribadi" Yahweh. Penggunaan bentuk jamak (Elohim) untuk menyebut Tuhan yang Esa bangsa Israel, biasa digunakan untuk mereflesikan keagunganNya yang jamak. Cerita atau tulisan dalam PL yang menggunakan 'Elohim' untuk menyebut Tuhan, lazim disebut sebagai tulisan bertradisi "E", atau "Elohist". "Elohist" merujuk pada koleksi tradisi lisan yang menjadi sumber penulisan kitab Yahudi, dalam cerita-cerita jaman sebelum dan semasa Musa. Tradisi Elohist berasal dari kerajaan Utara, Israel, sehingga terutama berhubungan dengan cerita yang timbul atau beredar di bagian Utara. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata "Horeb" untuk menyebut gunung yang suci dan "Amorites" untuk penduduk asli Kanaan. Berbeda dengan tradisi lain yang menyebut "Sinai" dan "Orang Kanaan". Tradisi Elohist terutama bertema sejarah sakral, panggilan untuk Israel, kepergian dari Mesir, pengembaraan dalam gurun, dan tanah perjanjian. Dalam tradisi ini Musa disebut sebagai nabi besar dan pencipta hukum. Tradisi Elohist menekankan kepatuhan iman dan kepatuhan pada hukum yang disebut "takut akan Tuhan". c. Kitab-kitab Sebagian Torah (dari tradisi Elohis [E], yaitu Kej; Kel; dan Bil); Amos; Hosea Tradisi Jehovis, Deuteronomis, Priestly
  • Kerajaan Jehuda (925~587 SM)
  • a. Latar belakang
    • Situasi geografis. Wilayah kekuasaan Jehuda lebih kecil dibandingkan Israel. Posisinya terjepit di antara Israel di Utara, Gurun Nejeb di Selatan, Dataran Sefelah yang diikuasai Kaum Filistin di Barat. Beribukota di Jerusalem, melanjutkan kerajaan Israel bersatu di bawah Daud dan Salomo.
    • Situasi ekonomi. Perekonomian Jehuda terutama berasal dari hasil pertanian dan beternak, terutama domba. Jehuda mempunyai hubungan dagang dengan Mesir dan Arabia.
    • Situasi politik. Jehuda bersistem monarki, melanjutkan cara yang diterapkan Daud dan Salomo. Penduduknya terdiri dari suku Jehuda. Para rajanya dari keturunan Daud, dan dianggap merupakan jaminan kebersatuan rakyat, tidak seperti di Israel.
    b. Tradisi Jehovis [JE] Setelah jatuhnya Samaria, sebagian penduduk dan para imam kerajaan Israel mengungsi ke Selatan, Kerajaan Juheda, dengan membawa serta kekayaan tradisinya. Dalam masa akhir Jehuda, dilakukan penggabungan tradisi Yahwis [J] dari kerajaan Jehuda dengan Elohis [E] dari kerajaan Israel. c. Tradisi Deuteronomis [D] Bertunas di kerajaan Israel di Utara, tetapi mencapai perkembangan puncaknya di wilayah kerajaan Jehuda, setelah jatuhnya Samaria. d. Kitab-kitab Bagian dari Torah (bertradisi Deuteronomis [D]: Ulangan); Yosua; Hakim-hakim; 1 dan 2 Samuel; 1 dan 2 Raja-raja; Nahum; Zefanya; Habakuk; Yeremia; Yesaya-I (Yes.1-23, 28-33); Mikha; Sebagian Amsal (Ams.25-29, 22-24)
  • Pembuangan Babilonia (587~538)
  • Pada tahun 597SM, Jerusalem ditaklukkan oleh Raja Nebukadnesar dari Babelonia. Saat itu ia memperlakukan Jehuda sebagai negara taklukan, beberapa orang diasingkan ke luar Jehuda (termasuk Yehezkiel), lalu menempatkan raja boneka. Sepuluh tahun kemudian, Bait Allah dihancurkan dan Jerusalem diruntuhkan. Pada tahun 587SM dimulailah Masa Pembuangan di Babelonia. Kehidupan selama sekitar setengah abad dalam pembuangan adalah tonggak penting perjalanan reigius bangsa Jahudi. Bersamaan dengan hancurnya Bait Allah dan berakhirnya Kerajaan Jehuda dengan jatuhnya Jerusalem, bangsa Jahudi kehilangan segala-galanya: Bait Allah, tanah, dan raja. Hidup dalam pembuangan di tanah asing, di bawah kekuasan bangsa asing, memberikan kesempatan perenungan, menafsirkan kembali kekayaan tradisi selama berabad-abad, dan menemukan makna baru yang sesuai dengan tantangan jamannya. Dalam masa ini dilakukan penyusunan kitab dari tradisi Priestly [P] yang sebelumnya telah berkembang secara lisan di masa kerajaan Jehuda. a. Tradisi Pendeta/ Priestly [P] Bertunas di kerajaan Jehuda di Selatan, lalu mencapai perkembangan puncaknya dalam Masa Pembuangan Babelonia, setelah jatuhnya Jerusalem. Diikuti dengan masa setelah pembuangan. b. Kitab-kitab, Bagian dari Torah (bertradisi Priestly [P]: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan); Yehezkiel; Yesaya-II (Yes.40-55); Ratapan. Bagian yang paling mudah dikenali terdapat dalam Kisah Penciptaan, Kitab Kejadian Pasal 1.
  • Di bawah Persia (587~333 SM)
  • Pada tahun 538, Raja Cyrius dari Persia membebaskan orang-orang Jahudi dari pembuangan di Babelonia. Secara bergelombang mereka kembali ke Tanah Palestina. Pengalaman selama masa pembuangan memperkaya kekayaan batin bangsa Israel. Tiga tradisi penulisan k607b (Yahwis dan Elohis yang telah menjadi Jehovis dari masa dua kerajaan, dan Priestly dari masa Pembuangan Babelonia) digabungkan dengan tradisi Deuteronomis [D] membentuk edisi final yang kemudian disebut lima kitab Torah. Hasil perenungan orang-orang bijak juga menghasilkan penulisan berbagai mahakarya seperti Kitab Ayub, Amsal, dan Tobit (d). Dalam masa kejayaan Persia, bahasa Aram (serumpun dengan bahasa Ibrani) menjadi bahasa internasional. a. Kitab-kitab Edisi lengkap Torah (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan); 1 dan 2 Tawarikh; Ezra; Nehemia; Rut; Yunus; Amsal; Ayub; Awal pembukuan Mazmur; Hagai; Maleakhi; Zakharia-I; Obaja; Yesaya-III (Yes.56-66, 25-27, 34-35). b. Para Nabi Hagai; Zakharia-1; Yesaya-III; Maleakhi; Obaja; Yoel; Ezra; Nehemia.
  • Di bawah Yunani (333~63 SM) dan Romawi (63 SM~Abad-7M)
  • Pada tahun 333, Iskandar Agung menaklukkan Timur Tengah, mengakhiri dominasi Persia untuk memulai dominasi kebudayaan Yunani. Pada tahun 167, Raja Antiochus IV melakukan pemaksaan terhadap bangsa Jahudi untuk meninggalkan adat dan kepercayaannya, beralih pada adat dan kepercayaan Yunani. Hal ini menimbulkan pemberontakan dan martir yang kemudian dikenal sebagai Epik Makabe. Peristiwa ini menimbulkan perenungan tentang akan datangnya akhir jaman, dan pengharapan akan campur tangan Tuhan dalam penyelamatan. a. Kitab-kitab [Catatan: d=deuterokanonika] Pengkhotbah, Tobit (d), Kidung Agung, Sirakh (d), Yudit (d), Tambahan Ester (d), 1 dan 2 Makabe, Daniel, Barukh (d), Kebijaksanaan Salomo (d), b. Para Nabi Zakharia-2 Penulis : Heri Muliono sumber:http://artikel.sabda.org 
»»  Read more...

Sejarah Bait Suci dalam Alkitab

Sumber: Milis Sahabat Kristen
Manusia, sejak kejatuhan Adam dan Hawa, adalah mahluk fana yang tunduk pada tabiat dosa. Adam dan Hawa di usir dari taman Eden dan mulai beranak cucu. keturunan mereka pun tidak terlepas dari pengaruh dosa, sehingga semakin menjauhi Allah yang Maha Kudus (dosa = najis, tidak kudus). Itulah yang disebut sebagai dosa warisan. Semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) Namun Allah mengasihi manusia, dan memiliki rencana untuk menyelamatkan manusia dari jerat iblis, yaitu dosa dan maut. Allah berbicara kepada seseorang bernama Abram, mengubah namanya menjadi Abraham dan mengadakan perjanjian, bahwa keturunannya akan menjadi bangsa besar, dan mereka akan menjadi umat Allah yang benar (Kej 17:1- 27). Perjanjian Allah juga diadakan kepada keturunan Abraham, yaitu Ishak (Kej 26:2-5) lalu berlanjut pada Yakub yang diubah namanya oleh Allah menjadi Israel (Kej 35:10-12) yang berarti pangeran Allah. Allah adalah Raja dari kerajaan Sorga, dan Israel adalah anak- anakNya. Oleh karena itu, Allah yang benar disebut sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub, atau disebut juga sebagai Allah Israel.
Allah merencanakan agar bangsa Israel harus menderita dalam perbudakan di Mesir selama 400 tahun, setelah itu, barulah Allah menyelamatkan mereka dan menuntun mereka menuju tanah perjanjian, Kanaan. Musa ditunjuk sebagai seorang nabi dan perantara Allah kepada bangsa Israel, karena bangsa tersebut takut melihat cahaya kemuliaan Allah. Setelah bebas dari perbudakan Mesir, Hadirat Allah turut menyertai perjalanan bangsa Israel. Bagaimana caranya? Allah memberikan HukumNya, 10 Perintah Allah, ditulis oleh jari Allah sendiri dalam 2 loh batu, lalu Musa menempatkan dalam sebuah tempat penyimapana yang dinamakan sebagai Tabut Perjanjian. Artinya, selama mereka mentaati hukum Allah, Allah akan menyertai dan menolong mereka, dan juga sebaliknya, jika mereka melanggar Hukum Allah, maka Allah akan menjadi lawan mereka.
Musa memimpin bangsa Israel dari tanah mesir ke tanah perjanjian selama 40 tahun. Jumlah mereka ditaksir sebanyak 500.000 laki-laki dewasa, jika ditambah perempuan dan anak-anak kira-kira 2 juta orang. Allah Israel memelihara mereka semua selama 40 tahun perjalanan mereka. Tuhan memberi mereka makan manna dan burung puyuh, pakaian mereka tidak menjadi usang dan kaki mereka tidak menjadi bengkak. Itulah kedahsyatan tangan Tuhan yang benar.
Bagaimana caranya Allah menyertai mereka? Allah memerintahkan Musa untuk membuat kemah suci dengan terperinci (Kel 26:1-37) beserta perkakas dan cara beribadahnya. Mereka melihat tanda kehadiran Allah, yaitu tiang awan pada siang hari, dan tiang api pada malam hari. Pertama kali kemah suci dibuat, awan tersebut menutupi kemah. Dan mereka baru berangkat jika awan tersebut naik dan pergi (Bil 9:15-23).
Setelah bangsa Israel memasuki tanah perjanjian dan menetap disana, dan setelah mereka mengangkat Daud menjadi raja, Daud berpikir untuk mendirikan sebuah rumah bagi Tuhan. Allah menjawab Daud lewat perantaraan nabi Natan, bahwa Ia tidak pernah memerintahkan untuk mendirikan rumah bagiNya (II Samuel 7:1-17), Namun Daud tetap ingin membuatkan rumah untuk Allah, dan meminta anaknya, Salomo untuk membuatnya (I Tawarikh 22:2-19)
Raja Daud wafat dan digantikan oleh Salomo, dan dibuatlah bangunan Bait Suci dengan denah yang mirip dengan kemah suci dan ditempatkanlah Tabut perjanjian Allah, barulah kemuliaan Allah menaungi Bait Suci (II Tawarikh 5:2-6:2). Api turun dari langit dan memakan habis korban bakaran dan korban sembelihan.
Jelaslah bahwa sebenarnya Allah yang benar hadir ketika perjanjianNya ada pada umatNya, dan bahwa sebenarnya Allah tidak pernah memerintahkan umatNya untuk mendirikan bangunan Bait Suci, karena Bait Suci yang sejati hanyalah setiap manusia yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dimana Roh Allah tinggal dalam hati setiap orang percaya.
Beginilah firman TUHAN: Langit adalah tahtaKu dan bumi adalah tumpuan kakiKu; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagiKu, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentianKu? Bukankah tanganKu yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman Tuhan. (Yesaya 66:1-2a)
Tuhan Yesus memberkati.

sumber:http://artikel.sabda.org
»»  Read more...

Israel dalam Kacamata Rohani dan Bernegara

Oleh: SMT Gultom
Di berbagai belahan dunia, kecaman terhadap serangan Israel ke konvoi kapal misi kemanusiaan tak terbendung. Pemerintah dan masyarakat internasional dari berbagai negara Eropa, Amerika Latin, Australia, Asia, dan negara-negara Arab mengecam tindakan membabi buta tentara Israel tersebut. Di Indonesia, mahasiswa di sejumlah daerah turun ke jalan mengecam aksi negara Zionis tersebut. Kecaman terhadap Israel terus berlanjut. Gelombang unjuk rasa mengutuk kebiadaban Israel terus berlangsung di sejumlah daerah di tanah air. Mereka membakar patung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Aksi ini sebagai simbol penentangan terhadap Israel yang selama ini bertindak tidak adil terhadap rakyat Palestina. Mahasiswa mengutuk penindasan Israel terhadap bangsa Palestina juga kebiadaban negara itu terhadap relawan kemanusiaan untuk penduduk Jalur Gaza di Kapal Mavi Marmara.
Tulisan ini diharapkan dapat membuka cakrawala iman percaya setiap insan dalam memahami dan menyikapi dengan serius dan benar secara Alkitabiah terhadap pentingnya bangsa yang merupakan "biji mata" Tuhan tersebut bagi kehidupan rohani maupun bernegara. Hal ini menjadi mendesak dan signifikan sebab jarang sekali atau bahkan hampir tidak pernah terdengar di negeri ini orang mengumandangkan kebenaran firman Tuhan yang berkenaan dengan masalah tersebut kendatipun melalui khotbah para hamba-Nya di setiap rumah ibadah maupun lewat jalur legislatif yang duduk dalam parlemen. Barangkali banyak yang mengetahui hanya sebatas ilmu pengetahuan saja dan tidak terbuka untuk menyuarakan kebenaran secara Alkitabiah. Mengapa? Karena Iblis yang licik telah berhasil menutup mata iman setiap orang sehingga tidak mampu melihat secara rohani hakikat esensial hal demikian ini dan dengan mudah menganggap bahwa tidak penting atau kurang menarik jika dibanding dengan masalah pilkada atau masalah yang sedang hangat lainnya, dan bahkan ironisnya ada juga yang ikut serta mengutukinya.
Tuhan berfirman kepada Abraham: "Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." (Kejadian 17:8)
Bagaimana Nama Israel Disahkan
Seperti tertulis dalam Alkitab bahwa nama Israel diikrarkan di hadapan Tuhan bukan atas kehendak/kemauan segelintir manusia yang mendapat pengakuan dari negara-negara lain. Dalam Yesaya 48:1 dikatakan: "Dengarlah firman ini, hai kaum keturunan Yakub, yang menyebutkan dirinya dengan nama Israel dan yang adalah keturunan Yehuda, yang bersumpah demi nama Tuhan dan mengakui Allah Israel...." Kemudian jika kita pelajari dalam Alkitab sewaktu Yakub bergumul dengan Tuhan hingga dini hari, Yakub minta Tuhan memberkatinya. Ketika itu pula nama Yakub diubah Tuhan menjadi Israel. Jadi kenyataan ini ingin menegaskan kepada setiap bangsa/pemerintahan yang ada di dunia bahwa Israel adalah satu-satunya bangsa di dunia ini yang namanya diberikan langsung oleh Tuhan. Ketika Tuhan menciptakan masa depan yang baru bagi bangsa Israel setelah bangsa ini melewati ujian, Tuhan menyatakan sendiri bahwa "Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau." (Yesaya 48:9) Sementara maksud Tuhan memberikan ujian kepada bangsa Israel ketika itu adalah: "sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan." (Yesaya 48:10) Kata dapur dikemukakan di sini mengingatkan kita pada suatu tempat/ruangan yang digunakan untuk memasak. Suasana dapur tentunya dapat kita bayangkan sendiri yakni paduan heboh dan panas guna menyiapkan suatu hidangan yang lezat dan menyenangkan. Kalau ujian yang pernah diberikan Tuhan zaman dahulu adalah bangsa Israel dibuang ke tanah Mesir sedangkan nenek moyang mereka di buang ke Babel. Seperti tersurat dalam Alkitab bahwa dalam pengujian tersebut mereka dibuat sengsara/menderita untuk mendapatkan tanah perjanjian (Yesaya 48:10). Kita tahu bahwa dalam perjalanan menuju tanah perjanjian tersebut bangsa itu dipimpin oleh nabi Musa (Keluaran 33:1-3) yang dengan setia melaksanakan perintah Tuhan untuk memimpin bangsa-Nya keluar dari Mesir. Namun kita juga tahu bahwa harapan Musa untuk dapat menginjakkan kakinya di tanah itu pun pupus setelah ia dihukum Tuhan. Sebagai penghiburan dari Tuhan maka diberikan kepadanya untuk memandang dari ketinggian bukit Nebo saja.
Intervensi Tangan Manusia Atas Harta Milik Tuhan
Tahun 1922 ketika Perdana Menteri Winston Churchill memerintah di Inggris, tanah yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel dengan sumpah kepada nenek moyang mereka telah dibagi-bagikan kepada bangsa Arab, sedangkan sisanya diperuntukan bagi bangsa Israel yang hanya memperoleh 10% saja dan hingga kini luas wilayah tersebut tetap dipertahankan. Di sisi lain, pembantaian terhadap bangsa Israel berlangsung dan seperti diketahui dalam sejarah dunia ketika kelompok Kristen Ortodoks di Polandia pada tahun 1648 telah membunuh sebanyak kurang lebih 500 ribu orang Yahudi. Kemudian diikuti pemusnahan orang Yahudi oleh kelompok Kristen Ortodoks Rusia yang jumlahnya tidak diketahui.
Di era Perang Dunia II tahun 1940-an, penguasa Jerman ketika itu, Adolf Hitler, telah melakukan pembantaian sebanyak kurang lebih 7 juta jiwa orang Yahudi. Di waktu yang hampir bersamaan pula Inggris mendirikan negara Palestina yang hingga kini tetap didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa namun tetap menghadapi bermacam kendala. Ketika ini pula muncul gerakan antisemitisme dengan menelan korban sebanyak 12 ribu orang Yahudi. Di era milenium sekarang pun Iblis semakin meningkatkan kejahatan dengan meracuni cara pandang negara/bangsa di dunia tanpa terkecuali termasuk negara adi daya, Amerika Serikat, terhadap Israel. Seorang hamba Tuhan bahkan dengan sinis menyatakan bahwa Iblis "meracuni pandangan Amerika terhadap [orang] Yahudi" melalui minyak yang disediakan oleh Arab.
Bagaimana Sikap Tuhan Tentang Hal Ini Menurut Alkitab
Dalam Yoel 3:2 berkata sebagai berikut: "Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku". Tuhan sesungguhnya tidak berkenan dengan semua perbuatan tangan manusia atas hak milik-Nya. Oleh karenanya Tuhan akan meminta pertanggungjawaban manusia yang telah mencerai-beraikan dan membagi-bagikan tanah Tuhan tersebut. Sehubungan dengan itu tentunya Tuhan akan menghukum manusia atas perbuatannya tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan orang-orang yang telah mengutuki Israel? Hal ini dengan tegas Tuhan mengatakan bahwa: "Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau,...." (Kejadian 12:3)
Bangsa Israel Adalah Bangsa yang Dilindungi Tuhan
Apakah kelebihan orang Yahudi? Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: kepada merekalah dipercayakan firman Allah (Roma 3:1-2). Kemudian seperti yang tersurat dalam Yesaya 60:12 dikatakan "Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap; bangsa-bangsa itu akan dirusak-binasakan". Selanjutnya pada ayat berikutnya dikatakan "Anak-anak orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau 'kota Tuhan'." (Yesaya 60:14) "Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, Tuhan, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." Menyikapi kenyataan akan firman Tuhan ini sebagai ilustrasi ada contoh dari 2 negara kecil tergolong miskin yang tetap setia hingga saat ini membuka perwakilan mereka di Tel Aviv (Israel) yaitu Kosta Rika dan Papua Nugini. Dalam perjalanan sejarah rakyat di kedua negara ini sangat mengimani dan mengamini akan firman Tuhan tersebut karena tidak ingin mengalami kehancuran dan kutuk dari Tuhan.
Menyikapi hal demikian, hendaknya kita pun harus terbuka untuk mengimani dan mengamini langkah iman yang telah dilakukan oleh bangsa Kosta Rika dan Papua Nugini tersebut. Sebaliknya, pemerintah tidak berhak melarang orang Kristen untuk menaikkan doa bagi bangsa Israel yang senantiasa menghadapi pergumulan tersebut. Kalau saja bangsa ini berintrospeksi seraya merenungkan keadaan negeri yang semakin terpuruk dalam berbagai permasalahan seperti kemiskinan, bencana alam dan sebagainya padahal kekayaan alamnya sangat kaya (ironis). Kenyataan ini merupakan hanya pembukaan/peringatan dini saja dari keseluruhan isi firman Tuhan yang tersebut dalam Yesaya 60:12. Tuhan tidak segan untuk melenyapkan Indonesia seperti Tuhan telah melenyapkan bangsa Babel secara tragis (Yesaya 47:1,9,11). Namun, di sisi lain, Tuhan masih mendengar doa dari anak-anak terang-Nya yang tulus berdoa kepada-Nya untuk meminta pelenyapan ini tidak terjadi seketika seperti telah dilakukan-Nya terhadap Babel dalam satu hari saja. Kemudian bila kita baca dalam Yeremia 30:3-7, dengan tegas keberpihakan Tuhan kepada Israel tanpa pandang bulu lagi.
Sebagai perenungan bagi setiap insan di negeri ini bahwa sudah sangat jelas hanya satu-satunya bangsa di dunia ini yang namanya diperjanjikan di hadapan dan dalam nama Tuhan. Apa pun dan siapa pun yang ingin menggugat serta mengutuk Israel akan berhadapan langsung dengan Tuhan.
Selanjutnya ketika nabi Musa mengantarkan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke tanah perjanjian maka Tuhan membekalinya dengan sebuah tongkat. Pada mulanya Musa tidak memahami keajaiban dari tongkat tersebut lalu Tuhan menyuruhnya meletakkan tongkat itu ke tanah maka seketika tongkat itu berubah menjadi seekor ular. Tuhan kemudian menyuruh Musa untuk memegang ekornya dan kembali ular itu berubah menjadi tongkat. Sama halnya dengan nabi Musa, sebagai orang Kristen kita pun telah dibekali oleh Tuhan lebih ajaib lagi yakni dengan sebuah Alkitab untuk menolong bangsa Israel namun tentunya perlu dipahami secara mendalam. Maka perintah-Nya pergunakanlah untuk menolong bangsa Israel keluar dari pergumulan mereka dan segera Tuhan pulihkan.
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.

sumber: http://artikel.sabda.org/
»»  Read more...

Mengenal Lebih Dekat Kerajaan Rayap

1. Ratu

Ratu rayap dapat hidup sampai dengan 20 tahun, bahkan lebih. Dan selama hidupnya ratu hanya bertelur dan tetap berada di inti sarang dan tidak keluar sampai akhir hayatnya. Hanya ada satu ratu di setiap koloni rayap. Ukuran ratu Macrotermes  dewasa dapat sebesar jempol pria dewasa bahkan lebih.
Meskipun belum dapat dibuktikan secara ilmiah, ratu rayap dipercaya dapat menentukan masa depan nimfa entah itu akan menjadi pekerja, laron atau prajurit dengan menggunakan frekuensi suara tertentu yang di kirimkan kepada nimfa.

http://www.solusiantirayap.com/wp-content/uploads/2009/02/koloni-rayap-300x225.jpg

2. Raja

Berbeda dengan raja semut yang segera mati setelah tak lama menghasilkan keturunan dengan ratu semut, raja rayap menemani sang ratu rayap seumur hidupnya. Ukuran raja rayap pada umumnya hanya 1/10 dari ukuran ratu rayap. Ukuran raja rayap hanya bertambah sedikit setelah menemani sang ratu. Dalam satu koloni hanya ada satu ratu dan raja.
http://www.solusiantirayap.com/wp-content/uploads/2009/06/b-256x300.jpg

3. Nimfa

Nimfa merupakan bayi rayap yang akan menjadi pekerja, laron atau prajurit sesuai dengan kebutuhan koloni rayap. Sang ratu sendiri yang akan menentukan kebutuhan koloni.

4. Rayap Pekerja

Rayap pekerja dapat berjumlah hingga 85% dari sebuah koloni. Kelangsungan hidup sebuah koloni rayap tergantung dari rayap pekerja karena hanya merekalah yang dapat mengkonsumsi kayu dan membagikannya kepada seluruh anggota koloni rayap yang lain. Dengan kata lain merekalah yang menyuapi makanan kepada seluruh anggota koloni yang lain (ratu, raja, prajurit, nimfa dan telur).
Mereka adalah pencari sumber makanan yang gigih, dan dipercaya jangkauan mereka dapat mencapai sejauh 50 meter bahkan lebih dari sarang. Mereka juga berfungsi membersihkan wajah (grooming) seluruh anggota koloni. Dan yang perlu diingat adalah, hanya mereka yang merusak bangunan kita.

Rayap Prajurit dan Ratunya

5. Rayap Prajurit

Rayap prajurit berjumlah sampai dengan 15% dari seluruh anggota koloni. Mereka
mempunyai bentuk rahang khusus untuk bertempur dan menjaga diri mereka. Rayap prajurit memiliki kepala yang sangat keras dan tidak akan hancur apabila ia mati. Rayap prajurit menjaga dan menemani rayap pekerja di sekitar sumber makanan untuk berjaga dari serangan predator (semut) maupun koloni rayap lain.
Rayap prajurit akan membunyikan alarm kepada koloni apabila timbul ancaman atau bahaya bagi koloni, entah itu adanya bau kimia, gangguan hewan / manusia maupun serangan dari predator dan koloni rayap lain dengan cara membenturkan kepalanya di terowongan tanah mereka dan alarm ini akan menyebabkan rayap pekerja dan prajurit untuk berpencar dan bersembunyi di tempat yang mereka anggap aman (misal retakan tembok) dan akan bekerja kembali setelah bau kimia /  keadaan dianggap aman.
Berpencarnya anggota koloni akan menyebabkan terbentuknya satelit koloni (koloni yang terputus dari sarang), namun tetap memiliki potensi merusak bangunan.


Metamorfosis
 

6. Laron

Sama halnya seperti semut, koloi rayap juga memiliki laron namun berbeda bentuk. Laron diterbangkan oleh koloni rayap 2 kali dalam setahun dalam keadaan udara yang agak hangat dan angin yang tidak terlalu kencang. Hal dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup laron terhadap gangguan alam.
Laron akan mencari pasangannya dibawah sinar lampu. Setelah mereka menemukan pasangannya, maka mereka akan memutuskan sayap mereka dan akan berjalan beriringan mencari celah di tanah atau di bangunan.

Sumber :
www.solusiantirayap.com
»»  Read more...

Hewan-hewan Prasejarah Yang Mempesona

1. Deinocheirus 

Satu-satunya fosil yang ditemukan dari Dinosaurus ini hanyalah sepasang lengan dan beberapa bagian tulang belakang. Kemungkinan Deinocheirus merupakan kerabat dari Ornithomimosaur, setidaknya itulah anggapan para ahli paleontologi.
deinoe1-tm
Ia merupakan genus dari Dinosaurus Theropoda besar yang hidup pada periode Cretaceous akhir dan populasinya tersebar di selatan Mongolia. Lengannya mungkin terlalu panjang untuk tubuhnya dan cakar tangannya itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya merupakan salah satu Dinosaurus yang mematikan.
Namun sebenarnya, kegunaan “senjata” tersebut masih banyak diperdebatkan. Beberapa peneliti mengatakan cakar itu digunakan sebagai alat utama untuk berburu.
Beberapa lainnya mengatakan cakar terlalu tumpul, sehingga hanya digunakan sebagai senjata defensif. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Deinocheirus menggunakan lengannya yang besar untuk memanjat pohon, meskipun hipotesis ini secara luas diabaikan.

2. Diprotodon

Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah Diprotodon.
diprotodon
Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. Dilihat dari bentuk morfologinya, ia terlihat mirip seperti seekor Wombat, yaitu spesies hewan berkantung Australia, namun berukuran raksasa.
Sama seperti kebanyakan hewan-hewan berkantung lainnya, Diprotodon juga mengkonsumsi dedaunan sebagai makanan utamanya. Meskipun mereka bukanlah hewan yang memiliki pergerakan gesit seperti Kanguru, namun ukuran badannya yang besar dan kuat membuat para predator sangat sulit untuk menaklukannya.

3. Moropus

Ketika para ilmuwan menemukan fosil Moropus untuk pertama kalinya, mereka seakan sulit mempercayai bentuk morfologi dari makhluk yang satu ini. Hewan purba dengan bentuk kepala menyerupai kepala kuda ini benar-benar memiliki bentuk tubuh yang aneh.
moropus-copy
Para Ilmuwan mendeskripsikannya sebagai “campuran” dari tiga binatang, yaitu Kuda, Jerapah kerdil, dan Beruang. Kepalanya yang mirip kuda serta badannya yang menyerupai badan seekor beruang dihubungkan oleh leher yang lumayan panjang bak leher jerapah kerdil.
Dengan kuku-kukunya yang panjang nan tajam, serta kemampuan berlari dengan baik tentunya ia memiliki pertahanan diri yang baik untuk menghindari ancaman para predator. Moropus hidup di wilayah Asia selatan dan barat sekitar 12.000 tahun lalu.

4. Ambulocetus

Inilah salah satu makhluk purba yang banyak diklaim para penganut  Neo-Darwinisme sebagai bukti kuat periode transisi spesies makhluk laut ke darat. Ambulocetus, hewan purba dengan perawakan mirip campuran nenek moyang paus dan berang-berang hidup di wilayah yang kini disebut sebagai Pakistan modern sekitar 50 juta tahun lalu.
310889932_6f557c15c3_o
Panjang tubuh seekor Ambulotecetus dewasa diperkirakan sekitar 12 kaki. Bentuk kepalanya besar dengan rahang yang panjang. Gigi-gigi tajamnya didesain untuk menangkap dan mencengkram mangsanya. Didalam air, ia dapat bergerak dengan gesit berkat bantuan ekornya yang digunakan sebagai “motor” bagi tubuhnya.

5. Lystrosaurus

Sebelum kemunculan Dinosaurus, kehidupan makhluk di Bumi pernah diramaikan oleh beberapa hewan aneh yang menyerupai reptil. Salah satunya ialah Lystrosaurus.
lystrosaurus
Hewan purba yang cukup menarik karena bentuk tubuhnya yang aneh ini hidup di habitat berawa-rawa, namun ia juga tidak masalah jika harus terpaksa mendiami tempat-tempat yang tergolong kering. Lystrosaurus diperkirakan mendiami bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu.

6. Phorusrhacos

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, Amerika selatan merupakan daratan yang memiliki begitu banyak variasi spesies burung dan mamalia. Salah satunya yang cukup terkenal ialah spesies burung karnivora bernama Phorusrhacos.
evi_phorusrhacos_large
Ia adalah spesies burung yang tidak dapat terbang. Tinggi badannya bisa mencapai 10 kaki (3 meter). Meskipun tidak dapat terbang, mereka adalah pelari-pelari cepat. Ini menjadikan Phorusrhacos dapat dengan mudah untuk menangkap mangsanya.
Spesies Phorusrhacos diperkirakan eksis hingga 3 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan kepunahan Phorusrhacos disebabkan oleh munculnya beberapa predator lain yang bermigrasi dari Amrika Utara ke Selatan setelah keduanya dihubungkan oleh daratan Amerika tengah yang muncul ke daratan.

7. Mammoth

Saya yakin pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan hewan legendaris yang satu ini. Mammoth merupakan salah satu hewan purba  yang begitu populer. Fisiknya menyerupai gajah namun memiliki bulu lebat disekujur tubuhnya.
JB003562
Perawakannya yang besar serta tambahan “senjata” berupa gading yang begitu panjang membuatnya begitu sulit untuk ditaklukkan predator manapun. Lukisan-lukisan yang di goreskan pada dinding-dinding gua oleh para manusia purba banyak menggambarkan betapa sulitnya hewan ini untuk ditaklukkan oleh mereka.
Mammoth merupakan hewan yang mendiami sekitar pulau Wrangel di pesisir utara Siberia. Banyak Ilmuwan percaya, generasi terakhir Mammoth masih dapat dijumpai sekitar 4000 tahun yang lalu saat konstruksi piramida Khufu di Giza, Mesir telah selesai dibangun.

8. Harimau Gigi Pedang

Mereka merupakan salah satu hewan zaman es yang begitu terkenal. Salah satu predator terganas nan mematikan yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Harimau Gigi Pedang mendiami wilayah barat Amerika Serikat pada akhir zaman es, tetapi mereka juga tersebar di beberapa wilayah Amerika Utara lainnya serta beberapa berdiam di wilayah Amerika Selatan.
10_000_bc-2
Diketahui, terdapat 2 Genus dari hewan ini, yaitu Genus Smilodon dan Genus Homotherium. Pada umumnya jenis dari Genus Smilidon panjang taringnya bisa mencapai lebih dari 18 centimeter, sedangkan untuk genus Homotherium memiliki panjang taring sekitar 10 centimeter. Hewan ini memburu kuda, banteng, antelope sebagai makanannya.

9. Deinotherium

Deinotherium merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah hingga awal Pleistosen ini pada umumnya memiliki tinggi 3,5 - 4,5 meter (ukuran Deinotherium dewasa) dengan berat berkisar antara 5 - 14 ton.
deinotherium_small-tm
Deinotherium yang merupakan kerabat dekat gajah modern pada dahulu kala hidup tersebar di beberapa wilayah Asia, afrika, dan Eropa. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan gajah modern, hanya saja ia memiliki belalai yang lebih pendek dan gading yang terletak di rahang bagian bawah.
Gading ini mungkin digunakan sebagai alat untuk menggali tanah untuk  mendapatkan akses ke akar-akaran dan sayuran. Genus Deinotherium memiliki tiga spesies yang telah dikenali, dan semuanya memiliki ukuran yang besar. Spesies itu diataranya Deinotherium giganteus, Deinotherium indicum, dan Deinotherium bozasi.

10. Therizinosauridae

Therizinosauridae merupakan Dinosaurus dari keluarga Theropoda yang hidup pada akhir periode  Cretaceous (99.6 - 65.5 juta tahun silam). Tidak seperti kebanyakan Theropoda yang merupakan karnivora, Therizinosauridae adalah herbivora (walaupun beberapa diantaranya diketahui sebagai omnivora).
therizinosaurusJC
Perlu digaris bawahi, Therizinosauridae merupakan nama dari suatu familia dalam klasifikasi ilmiah. Nama ini pertama kali digunakan oleh Evgeny Maleev pada tahun 1954 untuk memasukkan Therizinosaurus cheloniformis (Jenis Theropoda yang masih memiliki banyak teka-teki) kedalam suatu familia bersama dengan Segnosaurus dan Nothronychus.
Keluarga Therizinosauridae memiliki bentuk fisik yang eksentrik. Pada umumnya mereka berleher panjang dan memiliki bulu. Selain itu cakar-cakar mereka juga cukup besar, mungkin ada yang lebih dari satu meter panjangnya.

11. Epidexipteryx

Epidexipteryx adalah genus Dinosaurus maniraptorian kecil. Hewan prasejarah yang hidup di wilayah China sekitar 152 - 168 juta tahun silam ini merupakan salah satu Dinosaurus terkecil yang pernah ada.
dinocomp-tm
Ukuran dewasanya hanya mencapai 10 inci (kurang lebih seukuran burung merpati). Salah satu daya tarik dari Epidexipteryx adalah empat bulu panjang yang tumbuh di bagian ekornya.
Tidak seperti bulu yang biasa kita temui pada hewan-hewan kelas aves, struktur bulu pada Epidexipteryx ini layaknya seperti satu lembaran pita yang berdiri tegak memanjang ke atas. Namun karena kurangnya remiges (bulu sayap) membuat hewan ini tidak dapat terbang.

12. Longisquama insignis

Hidup pada pertengahan hingga akhir periode Triassic (230 – 225 juta tahun silam), Longisquama insignis merupakan kadal purba yang begitu menarik karena ia memiliki serangkaian “bulu” panjang yang berdiri tegak disepanjang punggungnya.
Struktur “bulu” tersebut hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dikalangan para peneliti. Beberapa peneliti meyakini bahwa struktur panjang yang tumbuh di punggung Longisquama bukanlah sejenis bulu, melainkan sisik yang umumnya dapat kita temukan pada reptil seperti Iguana.
longisquama-tm
Bedanya sisik pada Lingisquama lebih panjang dan berbentuk sedikit janggal. Namun menurut pendapat ahli paleontologi, N. Frasher didalam bukunya Dawn of The Dinosaurs: Life in the Triassic, struktur memanjang tersebut bukanlah bagian dari tubuhnya.
Struktur ini kemungkinan hanyalah sejenis tumbuhan pakis yang ikut menjadi fosil bersamanya lalu kemudian disalahtafsirkan. Pendapat Frasher mungkin diperkuat oleh fakta struktur fosil yang ditemukan pada beberapa hewan memang sering tidak ada kaitannya dengan fosil hewan tersebut.

13. Sharovipteryx

Sharovipteryx merupakan reptil yang hidup sejaman dengan Longisquama, yakni pada pertengahan hingga akhir Triassic. Makhluk purba yang memiliki panjang tubuh sekitar delapan inci dengan berat 7,5 gram ini sangat unik karena ia memiliki ukuran kaki belakang yang sangat lebar dibanding kaki depannya.
Kaki belakang yang begitu lebar, ditambah dengan adanya membran yang tumbuh diantaranya membuat ia seolah-olah memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang. Walaupun pada kenyataannya hewan ini memang tidak dapat terbang layaknya burung, namun bukan berarti bentangan selaput sayap pada kakinya itu menjadi tidak berguna.
dinocomp-tm
Penelitian terbaru menyebutkan berkat selaput sayap ini, Sharovipteryx dapat lebih gesit pada saat meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya dikarenakan mekanisme kerjanya yang sangat mirip dengan delta wing pada pesawat tempur modern.
 
Beberapa peneliti menganggap hewan ini mungkin memiliki hubungan yang erat dengan pterosaurus mengingat meraka sama-sama memiliki membran penerbangan yang tumbuh diantara kedua kakinya, walaupun hal ini masih sangat kontroversial.
 
 

14. Pterodaustro

Pterodaustro memiliki tengkorak yang sangat panjang, yakni sekitar 29 cm. Moncongnya mendominasi 85% dari total panjang tengkorak. Keanehan bentuk fisiknya yang lain yaitu set gigi yang tidak biasa.
picture-1-139-tm
Gigi yang tumbuh dirahang bagian bawah bagaikan ribuan sekat bulu yang kemungkinan ia gunakan sebagai alat untuk menyaring plankton, ganggang, maupun makhkluk kecil lainnya dari air.
Gigi yang jumlahnya ribuan tersebut tumbuh dalam dua alur panjang yang sejajar dengan tepi rahang. Panjangnya sekitar 3 cm dengan lebar antara 0,2 - 0, 3 milimeter. Awalnya diduga struktur ini bukanlah gigi, namun setelah dilakukan beberapa penelitian dugaan tersebut akhirnya luntur. Struktur itu benar-benar merupakan gigi normal karena terdapat enamel, dentin dan pulpa.

15. Microraptor

Genus Microraptor merupakan salah satu jajaran Dinosaurus kecil. Mereka hidup sekitar 120 juta tahun yang lalu dan populasinya tersebar di beberapa wilayah China. Jenis ini umumnya memiliki empat buah sayap dengan satu ekor yang memanjang.
Kendati memiliki dua pasang sayap, Microraptor tidak dapat terbang. Sebaliknya, ia mungkin hanya meluncur dari suatu tempat ke tempat lainnya seperti seekor tupai terbang.
microraptor_3_-tm
Sebagian kalangan evolusionis menganggap hewan ini merupakan makluk peralihan dinosaurus ke burung, dimana dengan kemampuan meluncurnya itu dapat berkembang menjadi sistem penerbangan.
Beberapa peneliti berpendapat, hewan ini kemungkinan banyak menghabiskan hidupnya di pepohonan, merujuk fakta bahwa sayap Microraptor menghalangi kemampuan mereka untuk berjalan di atas tanah.

16. Amphicoelias fragillimus

Fosil yang sukar dipahami ini ditemukan oleh ahli paleontologi terkenal Edward Drinker Cope. Cope telah banyak menemukan fosil-fosil prasejarah, namun yang satu ini adalah yang paling aneh.
800px-human-amphicoelias_size_comparison-tm
Bagaimana tidak? satu-satunya fosil aneh tersebut ialah potongan tulang belakang yang memiliki panjang keseluruahan diperkirakan 40 - 60 meter. Apabila ukuran ini benar-benar valid, itu menjadikan Amphicoelias fragillimus mungkin merupakan makhluk terpanjang dan terberat yang pernah ada (bersaing dengan paus biru dan  Argentinosaurus).
Namun sekali lagi, fosil tersebut masih banyak menjadi perdebatan karena sulitnya untuk mengidentifikasi dari penemuan fosilnya yang sangat-sangat  minim. Apakah makhluk ini merupakan hewan terbesar yang pernah berjalan di bumi ataukah hanya kesalah pahaman dan hanya sekedar tipuan.

Sumber :
Dipta - dipta-jurnal.net
»»  Read more...

Pages