Google Translate

Arabic Korean Japanese >Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian DUTCH

Blog Archive

Rabu, 30 Maret 2016

Tianna Dan Peri Yang Dikutuk

Tianna Dan Peri Yang Dikutuk Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku membuka lembar demi lembar album foto yang sudah lama sekali. Album itu berisi foto-foto diriku bersama kedua sahabatku dulu, tapi sekarang mereka berubah, mereka bukan sahabatku lagi. Bulir bening di ujung mataku perlahan menetes membasahi pipiku. Terkadang aku tersenyum sambil mengenang masa-masa indah ketika bersama sahabatku. Aku ingat sekali ketika kami bertiga membuat rumah pohon dan pergi ke danau sambil membuat burung-burung kecil yang terbuat dari kertas. Setiap sepulang sekolah kami pergi ke rumah pohon itu, kami saling berbagi cerita suka ataupun duka, kami bercanda tertawa bahkan bercerita hal yang tidak masuk akal.

Setelah aku membuka lembar terakhir dari album itu, aku menemukan tulisan tangan mereka. Kami berjanji bahwa kami akan menjadi sahabat sejati selamanya. Dan kami pernah mengukir nama kami bertiga di pohon besar dekat rumah pohon kami.

Melihat wajah-wajah mereka tertawa gembira dalam album foto itu membuat aku seperti kembali ke masa lalu bers
... baca selengkapnya di Tianna Dan Peri Yang Dikutuk Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

»»  Read more...

Senin, 28 Maret 2016

Darimana Kebahagian Itu Sebenarnya?

Darimana Kebahagian Itu Sebenarnya? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.

Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan? (Kalau satu arah mah namanya khotbah :)

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Sel
... baca selengkapnya di Darimana Kebahagian Itu Sebenarnya? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

»»  Read more...

Minggu, 27 Maret 2016

Diary Sahabatku Dinda

Diary Sahabatku Dinda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hai… Namaku karin pagi ini aku berada di kamar sahabatku dinda, aku berdiri di balik jendela sambil menatap langit yang biru bersih. Biasanya di saat sepi seperti ini sahabatku dinda ada untukku. Tapi kini dinda telah tiada, aku selalu sedih jika mengingat kejadian itu, kejadian itu selalu membuatku merasa bersalah, seharusnya waktu aku hampir tertabrak mobil dinda tidak menyelamatkanku. Aku masih bertanya tanya kenapa waktu itu dinda menyelamatkanku, yang bisa aku lakukan hanya berterima kasih kepadanya, jika bukan karenanya mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini.

Satu satunya benda yang menjadi kenanganku bersama dinda hanyalah kalung berliontinkan kunci yang ada di leherku ini, dinda memberikannya kepadaku sebagai tanda persahabatan, dan aku berjanji akan menjaga kalung ini dengan baik.

Hah… Aku merebahkan tubuhku di kasur dinda, saat aku hendak tidur, aku merasakan ada sesuatu yang keras berada di bawah bantal dan membuat kepalaku sakit. Aku membuka bantal tersebut dan aku melihat sebuah buku dengan gembok yang melindunginya, melihat gembok t
... baca selengkapnya di Diary Sahabatku Dinda Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

»»  Read more...

Rabu, 23 Maret 2016

Sayap Yang Kerdil

Sayap Yang Kerdil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.

Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia har
... baca selengkapnya di Sayap Yang Kerdil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

»»  Read more...

Minggu, 20 Maret 2016

Hutang Tingkat Dewa

Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG… aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku sudah keluar dari hutan cemara tadi. Kini yang tampak oleh mataku adalah lapangan yang maha luas, lebih tepatnya adalah gurun pasir. Tidak ada sebatang pohonpun tumbuh disitu. Perlahan kucoba berdiri, badan ini terasa remuk dan ototku kaku. Dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan pelan, setapak demi setapak menyusuri lautan pasir.

“Tuhan dimanakah aku? dimana istri dan anaku.” Batinku merintih. Sebelum berjalan di hutan cemara tadi, aku sedang bersama Santi istriku dan Asa anak lelakiku yang baru 8 tahun. Kami bertiga sedang menikmati liburan.
“Hai!” Aku menoleh kearah suara itu. Kulihat seorang perempuan 25 tahunan, rambutnya panjang hampir menyentuh tanah. Senyum manisnya menggembang saat aku menoleh kearahku.
“Ayo ikut aku.” Perempuan itu berkata, lalu
... baca selengkapnya di Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

»»  Read more...

Pages