Google Translate

Arabic Korean Japanese >Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian DUTCH

Blog Archive

Minggu, 08 Mei 2011

Crabzilla, Kepiting Raksasa Asal Jepang

Crabzilla
Dengan kaki-kakinya yang panjang dan cakar yang mematikan, kepiting raksasa ini bisa dipastikan adalah kepiting terbesar yang pernah dilihat orang di muka bumi ini. Ya, kepiting yang dijuluki Crabzilla ini memang memiliki tubuh dengan ukuran yang luar biasa. Kaki-kakinya sangat panjang, jika dibentangkan mencapai ukuran tiga meter. Saking besarnya, Crabzilla ini bisa memeluk mobil dan jari kakinya bisa tertarik hingga 4,57 meter. Bukan itu saja, pertumbuhan kepiting ini terus bertambah, bahkan bisa hidup mencapai 100 tahun. Penamanaa crabzilla di inspirasi dari godzilla yaitu monster kadal dengan ukuran luar biasa.  (@)
Kepiting ini, yang disebut Macrocheira kaempferi dalam bahasa Latin, ditangkap oleh para nelayan di perairan Samudera Pasifik sebelah barat Jepang dan sekarang sudah diterbangkan ke Inggris dimana ia akan dipertunjukkan di National Sea Life Centre, Birmingham.
Crabzilla
Ketika diangkat dari dasar air, Crabzilla terlihat pincang dan lesu. Kemungkinan karena dia tidak bisa menyeimbangkan kaki-kakinya yang sangat besar dan panjang. Kepiting ini ditemukan di kedalaman 300 meter, namun ia bisa hidup hingga kedalaman 800 meter.
Namun kepiting asal Jepang ini sejatinya predator. Tubuhnya berwarna oranye dan dilengkapi supit pembunuh.
“Kabarnya kepiting ini bisa tumbuh hingga empat meter. Tempat yang kami sediakan sudah terisi air dingin yang dibutuhkan Crabzilla. Ia akan berada di sana hingga akhir Maret nanti,” terang Grahan Burrows, kurator Pusat Kehidupan Laut Birmingham.
Crabzilla
Keberadaan kepiting raksasa ini agaknya membuat gentar kepiting-kepiting lain yang berada di tempat sementaranya. Namun Burrows menjamin Crabzilla tidak agresif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Ia telah menghabiskan waktunya di pusat karantina Dorset dan setelah dipamerkan, akan dipindahkan ke Pusat Kehidupan Laut Blankenberge Belgia,” imbuh Burrows.
Namun dia juga memiliki predatornya sendiri, yaitu manusia, seperti jenis-jenis seafood lainnya yang nasibnya dianggap lezat di Jepang. Dijelaskan Burrows, kepiting raksasa asal Jepang ini diketahui sebagai jenis terbesar dari spesies arthropod.“Di Jepang kepiting selalu dijadikan makanan lezat, biasanya diberi garam dan dikukus. Namun makan kepiting di musim semi dilarang karena saat ini mereka sedang bertelur,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages