Google Translate

Arabic Korean Japanese >Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian DUTCH

Blog Archive

Sabtu, 05 Maret 2011

Sejarah Negeri Rumahtiga

Asal mula Negeri Rumahtiga berawal dari perpisahan 3 orang bersaudara di Negeri Tua yang bernama Pari, sekarang lebih dikenal dengan Hatu Parinusa. Tiga orang bersaudara tersebut adalah Tomu sebagai kakak tertua, Semang sebagai kakak kedua dan Hunihua sebagai bungsu. Pada akhirnya Tomu akan pergi ke Hitu Mesing tepatnya ke daerah Amarata, Semang pergi ke Wakal tepatnya ke daerah Kramat, sedangkan Hunihua pergi ke Karang Pari (tidak jauh dari tempat berpisah/Hatu Parinusa).

Di Karang Pari terdapat 128 pengikut dan 40 budak, mereka hidup dari sagu dan sageru. Karang Pari dipimpin oleh Laonelo (1600). Orang pertama yang dibaptis di Karang Pari adalah Latu Utu. Pada masa pemerintahan gubernur Herman Spulsz (1640), karena misi keagaman, masyarakat Karang Pari diperintahkan turun ke Hukonalo. Saat itu, Hukonalo dipimpin oleh Hete Latukao dengan jabatan kepala kampung. Keturunan Laonelo yang ikut turun adalah Matheus, Pieter dan Tutuhory (mereka bertiga selanjutnya akan disebut Mendes). Ketika bergabung di Hukonalo mereka membangun 3 barak yang disebut Belanda sebagai Drei Huizen (Luma Telu/Rumah Tiga). Pada waktu itu Poka juga ikut bergabung bersama Karang Pari di Hukonalo. Mereka berembuk untuk memberikan nama pada tempat itu dan sepakat menamainya NEGERI RUMAHTIGA. Terbentuknya Negeri Rumahtiga ini sekitar tahun 1663 – 1664. Negeri Rumahtiga akhirnya merupakan negeri ke 5 yang terbentuk di Uli Lisawane. Uli Lisawane terdiri dari Wakal, Eli, Pelisa, Senalo, Hukonalo (Rumahtiga) dan dipimpin oleh Wakal. Pada hari itu juga masyarakat menuju rumah Matheus dan memintanya menjadi pemimpin, karena dia merupakan orang kaya di situ. Matheus memiliki jabatan “ The Orang Kaya Matheus Drei Huzein of Hukonalo”. Matheus Mendes memiliki tiga orang anak yaitu Christian Mendes, Johana Mendes, dan Kalasina Mendes. Setelah masa kepemimipinan Matheus Mendes berakhir, dia digantikan oleh anaknya, Christian Mendes. Christian Mendes akhirnya menikah denngan Maria Kastanja dan hijrah ke Hatalai. Johana Mendes meninggal dan tidak mempunyai ketururnan. Kemudian kepemimpinan Christian Mendes digantikan oleh Marcus da Costa yang merupakan suami dari Kalasina Mendes.

Kepemimpinan Marcus da Costa selanjutnya digantukan oleh Elifas da Costa. Elifas da Costa merupakan orang kaya terakhir yang memimpin Negeri Rumahtiga. Sekitar tahun 1800an Negeri Rumahtiga dipimpin oleh seorang raja yaitu Pieter Fredrick Theodorus da Costa. Kemudian pada akhir tahun 1800 – masuk tahun 1900 pemerintahan diganti dengan Wellem da Costa. Setelah pemerintahan Wellem da Costa, pemerintahan mengalami kekosongan disebabkan banyak keturunan da Costa banyak yang pergi menuntut ilmu di Pulau Jawa. Kemudian untuk menutupi kekosongan, diangkat tiga orang yang diberi gelar WEIG MASTER (Kepala Dusun). WEIG MASTER PERSULESSY memimpin di Weig Pohon Mangga, WEIG MASTER ENOS HENDRIKS memimpin di Weig Kusu – kusu, sedangakan WEIG MASTER ANDREAS SAIMIMA memimpin di Weig Pantai.

Pada tahun 1920 pemerintahan Negeri Rumahtiga dipimpin kembali oleh seorang raja yaitu Ishak Theodorus Tita. Dia merupakan anak (Arken) dari Weig Master Andreas Saimima.
Pada tahun 1930 – 1957, masa peralihan dari Belanda ke Jepang, pemerintahan dipegang oleh Nona Raja (Rachel Tita). Waktu Nona Raja sakit terjadi perebutan kekuasaan. Untuk menyelamatkan pemerintahan diangkat Willem Hatulesila (1957 – 1958) sebagai pejabat sementara. Kemudian posisi pejabat digantikan oleh Alexander David Tita yang memimpin tidak sampai satu tahun. Setelah itu, Bupati Chris Kainama mendefenitifkan Josephus Tita (1980 – 1996) sebagai Raja Negeri Rumahtiga yang memerintah selama dua periode.

Kemudian sejalan dengan keputusan peraturan pemerintah yang dikeluarkan, maka status pemerintahan Negeri diubah menjadi pemerintahan Desa. Pada waktu itu pemerintahan di pegang oleh Ferdinand Tita (1996 – 2000). Yang pada waktu itu pun terjadi tragedi kemanusiaan di Maluku yang mengakibatkan situasi pemerintahan kacau. Dalam situasi yang demikian, beliau tetap memimpin walaupun masa pemerintahannya telah berakhir. Pada tahun 2008, Ricky Sopacua ditunjuk oleh Walikota Ambon sebagai Pejabat sementara bersamaan dengan diubah kembali status Desa menjadi Negeri sesuai dengan keputusan Perda. Pada akhir tahun 2009 telah terpilih Pejabat Negeri Rumahtiga yang baru yaitu Samuel Hendriks dan beliau dilantik pada tanggal 12 Mei 2010 dengan masa pemerintahan dari tahun 2010 – 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages